syukur

menatap terbit matahari seraya menyambut cinta yang bersemi kembali di ufuk reinkarnasi waktu setarik nafas perjumpaan kutulis untukmu dalam selarik puisi mengabadikan mekar kuntum mawar di kedua bola matamu dan jari teratai sukma menggelitik hati kita “akankah kita menyentuh wajah Tuhan hari ini?” image, courtesy of gettyimages.com