tentang kejujuran sejati

“Kejujuran sejati ada dalam pengalaman, bukan hipotesa”

Pemikiran yang muncul tiba-tiba ketika malam menjemput dan bulan mengundangku masuk ke biliknya.

Kupikir mungkin malaikat penjagaku berbisik dan ingin aku memahami makna kejujuran sejati, setelah aku menyaksikan kata yang saling beradu dalam bentuk sangkaan, dan perasaan yang terluka karenanya.

Saat ini belumlah aku sanggup mengurai makna, namun aku ingin berbagi agar tercipta sebuah diskusi batin:

mencuri malam,
menyentuh langit,
berbisik pada bumi,
menghibur udara,
menjejak aliran air,
mengukur api yang terkubur

6 Comments

    1. perkataan dan perbuatan bisa dibengkokan oleh kepentingan / ego / nafsu. menggali dari hati dan benar-benar mendengar serta melakukannya, itu yang butuh keberanian besar.

      kata orang-orang, musuh terbesar kita adalah diri sendiri. kupikir yang paling kita takuti itu adalah diri sendiri, padahal diri kita itu kawan kita, hanya kita takut untuk menengok dan berkawan dengannya. ehehehehe 😀

    1. eh dasar kamu! 😀

      coba itu, saya nanti2 itu sour sally gretongannya *tetep lho*

      ato ndak beer, vodka, tequila juga boleh. aye sedia dunhill light mentol nya. tenang, berapapun batang (rokoknya), aye suplai!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s