Letter to Santa Claus (… in case Santa Claus actually exists)

Dear Santa… I know I’m not that well-behaved but I do have a list of wishes. Here’s the bargain. If my wishes come true, I might believe that you probably exist. Quite fair, right? Here goes my wishlist… 1. Taking picture with Nicholas Saputra, chatting, or if possible, befriend with him. I want to tell […]

syukur

menatap terbit matahari seraya menyambut cinta yang bersemi kembali di ufuk reinkarnasi waktu setarik nafas perjumpaan kutulis untukmu dalam selarik puisi mengabadikan mekar kuntum mawar di kedua bola matamu dan jari teratai sukma menggelitik hati kita “akankah kita menyentuh wajah Tuhan hari ini?” image, courtesy of gettyimages.com

sebuah syair untuk hujan

(1) langit bergemuruh melukis langit yang rapuh senyap menatap garis horizon perlahan lenyap ditelan gelap aku berjalan mematut ragu melangkah mundur mencari jejak kenangan potret cinta di senja takdir bersyair tentang pertemuan dan perjalanan (2) kau aku mekarkan bunga di tengah prahara memainkan indah melodi rasa di padang rindu dan perjumpaan mengusah peluh getar sukma […]

“You Deserve to Be Loved”

Selama ini, semenjak kita masih kecil, masyarakat mengajarkan bahwa… Sebagai perempuan, mungkin kita untuk diharuskan untuk belajar menata rumah, berbicara yang halus, berkarier di bidang yang tidak menghabiskan banyak waktu di luar rumah, tidak boleh pulang malam, jangan terlalu sering bergaul dengan laki-laki (supaya tidak disangka murahan), jangan terlalu sering mengkritik, jangan tertawa lebar-lebar, jangan […]

tentang kejujuran sejati

“Kejujuran sejati ada dalam pengalaman, bukan hipotesa” Pemikiran yang muncul tiba-tiba ketika malam menjemput dan bulan mengundangku masuk ke biliknya. Kupikir mungkin malaikat penjagaku berbisik dan ingin aku memahami makna kejujuran sejati, setelah aku menyaksikan kata yang saling beradu dalam bentuk sangkaan, dan perasaan yang terluka karenanya. Saat ini belumlah aku sanggup mengurai makna, namun […]

layar hati

Panji: demaga pertemuan mendayu kenangan simak rembulan menyapa memanggil dahaga sebuah sosok rasa kudengar deburan ombak memanggilku sepi agar aku mengayun bersamanya menjelajahi luasnya hati, takdir, dan perpisahan Kirana: kekasih, apakah perpisahan itu jika tidak untuk pertemuan? lingkaran gelora, pertautan sukma meniup layar masa depan dan lalu, sekarang siapa yang menunggu saat ragu dan haru […]