malam, jangan kau menangis

mencintai laksana biru menggelora dasar samudera
mendera kasih, mengikat pedih

malam, kau berbisik padaku dalam tidur
menangis menahan beban matahari dan awan
menerpa hamparan padang pasir
berkelana mencari oase kidung perjalanan dan harapan

malam, janganlah kau menggores luka di hatimu
amarah dendam dan kecewa bukanlah kesalahan
dambamu ingin mengungkap sebab kekosongan
bagai senja melukis semburat jingga dalam lembayung sendu

aku mengerti, kekasih
kau merindu bulan pelabuhan sukma

namun bukankah kau menyimpan terang mentari di balik saku bajumu?
bulan ingin kau rasakan
bahwa ia telah menunggumu menyingkap tirai waktu
berkejar-kejaran dengan lolongan sunyi
penjaga gerbang hidup

maka kekasih, ijinkanlah aku berlayar dalam samudera perhelatan kelahiranku
mewujud janji, menabur bunga-bunga perdamaian
mengayun bersama aliran hidup, menikahi bahagia
melindungi langit, sumpah setia, cinta dan harapan

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s