siapa…?

aku melihat
anak-anak di jalan
sibuk menenteng nasib,
menghisap hidup mereka,
dari puntung-puntung rokok
yang berserakan di malam gerimis

sayup kudengar
hujan menyanyi,
aku menangis,
tapi siapa yang mendengar?

lama kupandang,
bapak-bapak dan ibu-ibu
naik Mercy lenggang angkuh melintas,
namun siapa yang melihat?

kala malaikat menoleh,
adakah yang tahu
siapa yang kelak ia museumkan?

6 Comments

  1. keangkuhan nan abadi
    berjejer jejer dengan ketamakan
    sedikit lebih depan dari ketidakpedulian
    dan dibaris belakang, kematian menertawai

    **fiuhh, pengaruh malem minggu sendirian nih gw** πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s