“di mana?”

kemarau pergi, hujan berlalu wariskan anak kesayangannya lahir dari nafas persinggungan dari takhta tertinggi membelai yang merunduk hatinya semakin lama tumbuhlah dewasa yang tertawa, sekarang berencana angin merantau di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia mengunjungi pulau-pulau yang kesepian menjawab panggilan cinta dari manusia-manusia yang bersembunyi di balik kelir Pandawa sambil main gaple, menularkan dengki […]

mata. mata.

mataku sibuk berputar ke belakang ke depan bergulat dalam cangkang merekah bagai bunga di musim semi menggeliat ke kanan dan ke kiri menunggu belaian udara mencuri sedikit air darinya retakan-retakan merah di atas putihnya bagai merampok kemurnian telaga namun tetap ia menanti bayang di antara kerumunan pasar pergi melesak hilang nampak di belakang penjaja kue […]

Watch What You Left Behind – Sebuah Pelajaran dalam Taksi

Kemarin pagi, saya yang masih kelelahan menyesuaikan diri dengan jam kantor setelah dua bulan menikmati kebebasan, memutuskan untuk memenangkan rasa malas saya dengan lebih royal. Saya sebenarnya bisa saja naik bus namun saya memutuskan untuk menyetop taksi. Sepanjang jalan, sopir taksi yang saya tumpangi cukup ramah. Intinya kami tidak melalui perjalanan di hutan Jakarta nan […]