ce n’est pas nouvelle vague

gilakah aku untuk jatuh cinta lagi
setelah aku sumpah diriku hidup tak tersentuh
oleh hamparan gairah kemesraan
setelah aku terbakar jadi abu
dan hilang wujud?

gilakah aku untuk jatuh cinta lagi
sekian lama cintaku untuknya tak pernah pergi
lama aku teringat pada dirinya
yang membayang nafas dan nadiku?

gilakah aku untuk harap jatuh cinta lagi
setelah percayaku hilang,
hanya sesal serta nafas rindu yang kupunya?

apakah aku tahu aku jatuh cinta lagi
kala aku menangis
dan hati berdesir
perih riak hatiku bergolak
mungkin ini cinta
mungkin ini cuma harapan semu
mungkin ini hanya masa remajaku yang datang kembali?

diriku mencinta
tetesan air di gurun
beri hidup di bawah ego Sang Surya
apakah sungguh aku rela menukar sindirku dengan manisnya?

dalam cinta,
aku ingat detik-detik yang kosong tanpa hadirnya
pelir yang kering
lalu basah oleh kadung cinta
nafsu untuk bersatu
untuk menggenggam harmoni dunia
dalam desah nafas yang cari capai titik puncak

mungkinkah aku rela mandiriku
bukan hanya untukku
tapi untuk belah jiwa yang lain?

relakah aku?
mungkinkah aku siap untuk arungi samudera
golak ombak yang mengamuk
langit gelap petir menyambar
untuk sampai pada labuhku
di hari aku satu dengan tanahku
dan sukmaku kembali pada Sang Pencipta?

mungkin ini hanya versi mimpiku
yang kembali membelai jiwaku
di suatu malam yang sendu
bulan sabit yang tersenyum
dan tikus-tikus yang bermain mata
menanti cinta dan penciptaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s