bisik Tuhan

semalam Tuhan berbisik padaku
agar aku menjaga langkah
supaya tidak menginjak kecoak
yang kebetulan ingin dengar bisik Tuhan

tadi pagi Tuhan berbisik lagi padaku
agar aku siap dengan mataku
kalau aku ingin melangkah di ranah asing
yang punya godaan dalam bahasa mereka sendiri

sekarang aku diam
merenung dalam gelak pikirku
dan Tuhan berbisik lagi padaku
apa yang ingin kutulis,
haruslah kutuang dalam kata
supaya aku tidak lupa dan kuganti dengan bisikan orang lain

sesuatu yang ada
sesuatu yang ditiupkan pada pikiran
janganlah, bisikNya, kukaburkan dengan niat
dan doa yang tak pada tempatnya

sebab cinta kadang-kadang dicangkangi ego
ketidaksempurnaan jadi cacat
bukan lagi bahasa keindahan
namun bahasa angkara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s