soneta no. 11

Siluet_anak-anak_Lampia1

Fotografer:
Younsel Evand Roos
Anak-anak pantai yang bergembira saat senja sudah turun.

kfk.kompas.com

bongkahan-bongkahan es
untuk minum anak-anak siang

anak-anak berlari
dengan permen di mulutnya

saling mengejar
saling membagi
saling tertawa
saling mengisi

mendung berganti
anak-anak berteduh di bawah pohon pisang
sambil menari
di bawah siraman air mata semesta

penghiburan dan kesuburan
bertumbuhlah untuk hari baru
cinta yang tak pernah kesiangan
untuk lagu luka yang mengiringi

kami gila
tapi pikiran kami tidak hilang
kami gila
bukan berarti kami pinggiran masyarakat
kami gila
karena kami mengerti makna hidup
kerasnya jalan yang ditawarkan
dan indahnya penghiburan
dalam berkat tangan imaji Tuhan
dan rahang sang cakrawala
yang tak henti-hentinya menggarisi
cermin hidup kami

kami adalah anak-anak hidup
yang terbuai oleh impian senja kemerahan
lembayung ungu
tanda duka dan kembali

cinta kami cinta Tuhan
cinta yang berputar dalam satu lingkaran samsara
syukur kami syukur Tuhan
syukur yang menyembuhkan dan menumbuhkan
lanskap-lanskap hidup yang baru
setelah kematian dan kebangkitan
untuk lema-lema puisi baru
dan nafas baru dunia

kami akan terus menari-nari
di bawah siraman sinar Sang Surya
membawa bunga-bunga harapan
yang kami bagikan seiring nafas kami
nafas Sang Pencipta
untuk nafas-nafas saudara-saudara kami
dan nafas bumi tempat kami berpijak
tempat kami dikandung
selama hidup masih menaung
dan mati membuka lembaran baru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s