aku dan kamu

Bulan-bulan menjamah kakiku Berusaha menggerak purnama di setiap jengkal tubuhku Tanganku menari melukis malam Bintang-bintang berkerlip di kedua bola mataku Dan kau menjaga hari untukku Kau menyangga bumi di atas pundakmu Dan kau membawa matahari di tangan kirimu Tangan kananmu meraih pinggangku Kita sama-sama jatuh Kita berdua terluka Kita berdua menangis Kita berdua saling menjaga […]

kere – trauma

Dua hari ini, saya menyatakan bahwa saya OFFICIALLY BROKE. Saya berjalan-jalan di luar (rumah) dengan uang pas-pasan dan berakhir dengan kocek kosong sama sekali. Literally nol. Berawal dari insiden pencopetan di bus Metro Mini jurusan Grogol – Ciledug. Bus yang saya tumpangi tiba-tiba mogok dan penumpang dipindahkan ke bus kloter berikutnya, tentunya dengan jurusan yang […]

titik hati. titik nadi. titik hidup.

kemarin saya ngobrol-ngobrol dengan salah seorang sahabat saya. sahabat yang dekat sekali dengan saya, sampai-sampai saya dikira pacaran dengan dia waktu semester dua lalu. padahal, kenyataannya, dia juga sudah punya pacar. seorang perempuan mungil yang manis. pertama-tama obrolan kami ringan. soal informasi baru, soal mobil keren yang ia kagumi di jalan. seorang perempuan naik ferrari […]

Muntah-muntah

Well, sepertinya saya sedang terkait dengan isu-isu kehamilan. Untuk sekian lamanya, saya tidak muntah-muntah. Saya dikira hamil. Hipotesis gugur. Tapi kemarin saya seperti diserang simptom orang hamil. Saya muntah-muntah. Di mana? Di tempat-tempat yang paling tidak diinginkan. Di kantor BRR, yang mana bukan kantor resmi saya, saya cuma dapat kerjaan parsial, membuat transkrip wawancara. Di […]

chicklit picisan(2)

Saya adalah perempuan yang ditinggalkan. Segelas kopi hitam dan sejumput kenangan. Emas permata digelar di bawah kaki saya. Tangan-tangan menyembah dan berebut-rebut menyentuh pinggang saya. Seorang laki-laki membawa sebagian hati saya dan memecahkannya berkeping-keping, dan melempar pecahannya di laut biru, hanya dalam seahad. Saya hilang. Saya bungkam. Saya adalah perempuan yang ditinggalkan, kemudian memilih meninggalkan. […]

chicklit picisan

ia punya mata setajam elang ia menaruh jagad raya dalam kepalanya dan aku menyayanginya. setiap jengkal hatiku terisi olehnya dan hari-hariku tak pernah tanpa dirinya. ia kekasihku dan impianku. hampir setiap akhir minggu, aku ke rumahnya. menanggalkan topengku, menyingkap diriku seutuhnya, berbaring di sebelahnya, dan sekian detik memandang wajahnya. kadang saling menatap, dan setelahnya menebak […]

Saya ‘HaMiL’

Bulan merah saya terlambat mampir dua minggu. Mungkin enam minggu. Entahlah saya lupa. Kapan janji bulan merah, saya tidak terlalu sering ingat. Malahan ada orang lain yang mengingatkan saya, kapan dia datang. Kalau teman saya yang lucu dan heboh, Inayah Agustin, mengalami pembunuhan berdarah panas, mengalir-ngalir dengan sukses. Lain halnya dengan saya. Kata dia yang […]

rumah kita.

lampu-lampu pelangi, kekasihku di jalanan dekat rumah kita dampingi pohon-pohon yang kita tanam sejak kecil dan kau nyalakan lilin putih di kaki lampu-lampu itu di balik jendela aku menggambar lampu-lampu pelangi lagi lilin putih di setiap kaki lampu dan bunga mawar di samping lilin putih harum merebak di rumah kita sekarang temaram lampu rumah kita […]

sleepwalking

andaikan saja bulan-bulan bisa kugantung di langit-langit kamarku. aku tiada akan pernah hendak beranjak dari pembaringanku dan tak kan rela kubiarkan mataku terbuai suara-suara malam. aku akan menggambar setiap jengkal mukanya dan akan kubandingkan dengan foto di buku kenanganku. saat aku masih terlepas dan terjebak di atas kolam di sebuah rumah tua, rumahmu. namun aku […]