maaf

buat banyak orang, saya rasa, kata ‘maaf’ sering sekali dikeluarkan lewat mulut langsung ataupun lewat tulisan. dengan budaya indonesia yang cukup ‘maaf-maafan’, kata ‘maaf’ bahkan kadang-kadang terlihat sudah menjadi respon otomatis. implikasinya, orang jadi sulit membedakan ‘maaf’ mana yang benar-benar dari hati terdalam dan mana yang sekedar bagian dari ritual, atau ‘maaf’ mana yang bagian […]

di depan rumahmu

ketika aku di depan pintu gerbang rumahmu, aku selalu membuat diriku diam barang satu dua menit. memutar tangan, kaki, dan kepala. yang mana kuncinya? aku bersemedi, memasukkan apapun yang kupegang ke dalam lubang kunci gembok yang kelihatannya sudah berkarat dan ada tulisan ‘hardened’ atau semacamnya yang kupikir hendak memberitahuku tidak sembarang orang mampu taklukannya. tantangan […]

temaram lampu malam menuntunku pada dirimu

temaram lampu malam menuntunku pada dirimu. sayang, waktu terlalu kurang ajar waktu terlalu menyiksa waktu merontokkan tubuhku waktu menggerogoti jiwaku aku bertanya-tanya apa waktu sanggup menghapus hatiku? apa waktu tega menelan keberadaanku? aku kembali pada masa silam tiga bulan yang lalu aku memungut anak kucing jalanan dan menaruhnya di balik ketiakku kubiarkan ia menyusu padaku […]

jatuh – kelahiran

aku mau menjejak dalam hatimumembawa sebanyak-banyaknya air kehidupan dari dadaku untuk kusiram pada ladang hidupmu karena tidak ada sebab pada dirikukarena aku dituntun oleh tiap nafastiap titik gejolak-gejolak menangkap hatikusaat ini tak ada pikir yang sanggup bungkam diriku aku, entitas bebas,temukan jalinan benang merahtersambung dengan kelingking kirimu aku menyerap inti bumilambungkan jejakkumengantarku padamu jangan titikkan […]

di tengah derita KoNteS, untuk rekan seperjuanganku

teruntuk salah seorang rekan seperjuangan di PWD 314, yang sedangdimabuk asmara.———————————————————————someone is falling inLOVEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!!!!………………………pria pria priadi benakmu menari-naridi hatimu senyum-senyumgelisah hingga mata basahtubuh basahkerja psikisakhirnya ke fisik…………..setiap detiksetiap nafassetiap langkahsetiap titiksetiap komasetiap tanyasetiap serusetiap kutipsetiap hurufsetiap angkasetiap rumus aljabarsetiap trigonometrisetiap psikometrisetiap konstruksetiap domainsetiap indicantsetiap itemtanpa perlu URGENSI………….kekasih kekasihkau telah bukakan dirikubukakan dirimu untukkuaku ingin mengenalmuaku […]

matahari dan hujan

sejenak aku memandang matamu menyelami pedih dan ragu yang seakan-akan tiada habisnya “Dinda, sungguhkah kamu mencintaiku?masihkah cinta ada padamu duapuluh tahun lagi?” sesungguhnya, hatiku memberontak, kekasih. surga memuliakan kisahku denganmu dan patah hati karena kepedihan. taman Argasoka, saksiku di bawah sinar Batara Surya. apakah kata-kata bisa yakinkanmu ketika rasa kehilangan sentuhnya? hari itu, hujan turun […]

kaki-kaki yang berlari

kaki-kaki berlari-lari menapak-napak mengajak sepatu merah merasa kerikil-kerikil menekan-nekan tubuhnya yang ringkih oleh udara yang mengejek aku menunggumu aku sudah lama menunggu aku terlalu lama menunggu kaki-kaki menerjang semak-semak kaki-kaki berdarah-darah menggores bumi dengan sepatu merahnya lama-lama oleh ketelanjangannya aku mau mati aku rindu mati aku takut mati kaki-kaki terus berlari menerjang samudra menyibak awan […]

cuma biru

biru kakiku berjalan-jalan kecil di antara tubuh-tubuhmu terkapar di atas tempat tidurku biru kakiku menyentuh pipimu bunga-bunga bersemi di matamu penuhi sensasi diriku kakiku sungguh-sungguh biru ketika aku terjatuh ketika darahku menggelegak menjamumu bukakan dirimu, kekasihku dalam tubuhmu biru hanya kasat mata Jakarta, 8 April 2006 7:25 AM