[ha?]

bangga bersepeda di jalan rayamenentang arus Jakartamusik-musik hingar bingarmengalun indah mengelus sukma-sukma lapartelinga-telinga dibawa anginmenuju sungai-sungai di masa lampau dongakkan kepaladi antara kepala-kepalaberadu tinggiterbentur atap langittertawa tiang listrikhanya pohon-pohon meratapi

luka

di matamu, menggelayut luka. luka, katamu. dan kau masih tetap hidup.bibirmu menggigil. tanpa kau sadari, kau mengigit lidahmu sampai asintak terasa lagi. aku memang terluka, katamu lagi.kau menunduk, kuperhatikan langkahmu. kecil-kecil tapi pastimenjejak tanah lempung bekas hujan satu sore.kau diam, menyerap dingin di balik kerah bajumu.kali ini aku yakin,kau sungguh terluka Jakarta, 3 Maret 200610:51 […]