sms

serentetan huruf menampar buku-buku jari. mendorong untuk menggaris dan menggaris lagi. agar kau bisa baca ini, supaya bisa kau pikirkan. karena suaraku tertelan ludahku selalu, ketika aku hendak menyentuh hatimu. karena aku ragu. ragu yang tak pernah bisa kupahami. “dan aku sungguh tak bisa menyentuh hatimu”.

entity

empat puluh tahun lagiaku pasti masih bernafasaku pasti masih berjingkat-jingkat di tengah malamaku pasti masih berteriak-teriak mengejar layang-layangaku pasti masih melamun di pantaimeresapi debur ombak dan terpaan angin di rambutkuaku pasti masih mencium pasirkadang tertelan sedikitaku pasti masih merasaaku pasti masih berpuisiaku pasti masih menggali bumiaku pasti masih bercumbu dengan dewa-dewaaku pasti masih di sinikarena […]

doremi

suatu sore di pelataran kalbuku, aku mengisi diari merahku.bayang-bayang salju di bulan Desember.aku berlari-lari meluncur di es putih birumengeruk salju berbaring di dalamnyakanda, kenalkan kamu pada siulan anak-anak di depan sana? kamus putihbadai saljuaku bersinkamu ijindewi salju kawin