untuk yang teralienasi dari kehidupan

Jika kau mau setalen, haruskah kuberikan juga walaupun aku sudah compang-camping?

Sampai kapan, kau tinggalkan rumahmu demi sedetik pengharapan yang tak berani kau raih? Ladang-ladang terbakar oleh nafsumu, lalu kau lemparkan butir-butir jagung yang membusuk dan kau berlalu dari mata yang telah menjagamu sekian lama kehidupan.

Mawar putih, takkan abadi karena hanyalah mawar putih. Mega-mega berarak, hanya dalam pikiranmu sementara matahari terlalu kecewa dan terlalu pedih, hingga luruh sebagian tubuhnya dalam tangisan-tangisan meski tanpa ratapan.

Kalau kau terima pesanku ini, jangan hubungi aku karena nyatanya dirimulah yang menantinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s