fraud

pula nada bergulir di permukaan kain satin putih. bernyanyi karena hilang noda merah di atasnya. janda-janda yang tidak selalu ungu, bunga mawar yang tidak selalu berduri. hampa ke mana? lingkaran-lingkaran di atas kepala-kepala orang yang terbang menyelam di antara hamparan padang biru gelap, aku saksikan di ujung mataku. gambaran masa depan, entah benar entah salah. panas sudah menguapkan nafas putus-putusku, jadi dalam. hanya membuang sebagian, dan merengkuh yang baru. aku singgah di pelabuhan utara suatu senja dan menyaksikan yang pergi telah berpulang kembali ke rumahnya. mata yang terasa membebani, menunggu hembusan peri malam. aku menjawab dengan gumaman. tak seorangpun mendengar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s