the death of democracy

minggu ini adalah minggu yang sebenarnya cukup penting dalam dunia kemahasiswaan fakultas psikologi atma jaya. kampanye calon ketua himapsi, diikuti debat calon ketua, dan akhirnya ditutup dengan pemilihan. sekarang hari minggu dan pemilihan hari senin. selain ketua himapsi, besok juga dipungut suara untuk menentukan wakil angkatan. melihat antusiasme mahasiswa yang rata-rata rendah pada saat debat […]

to forgive (is/or) to forget

to forgive = to forget? saya tercenung sejenak ketika dihadapkan pada pertanyaan ini, yang sebetulnya pernyataan yang minta dikonfirmasi ulang. apakah memaafkan sama dengan melupakan? kok rasanya sulit sekali ya, dan bahkan tidak mungkin menurut saya, kecuali kesalahan yang harus dimaafkan itu dikubur dalam-dalam di unconsciousness sehingga tidak akan terbaca dalam psikodiagnostik apapun dan hanya […]

friend

mengacu pada perkataan orang-orang di sekitar saya, teman itu penting. bahkan ada sebagian orang yang hidupnya tersentralisasi pada relasinya dengan sekelompok orang yang dianggap dekat. inilah yang mereka junjung, persahabatan. dimadu suka ataupun dirundung duka, bersama-sama akan saling mendukung dan selalu bersama. namun sampai kapan? apakah batas persahabatan itu? ataukah memang umurnya abadi? walau terpisah, […]

kalung dan perbedaan

hari ini saya dapat kalung dari seorang teman yang biasanya berpakaian selayaknya gembel ke kampus. kaos belel dan celana pendek, dipadu dengan sandal atau sneakers merah yang sudah layak dimuseumkan. teman saya ini punya bakat seni yang bagus sekali, terutama dalam musik. dia jago main gitar, main flute, dan akhir-akhir ini sedang mengasah kemampuannya dalam […]

sudahlah!

aku berikan pita satin merah untukmu dan kuharap kau akan mengingatnya, sebagai bunga mawar hitam yang kau simpan dalam dirimu selalu. kalau kemarin begini, belum tentu besok-besok juga begitu. kau harus tahu bagaimana air berubah menjadi es dan es menjadi sangkar perhiasanmu. asam manis seperti manisan mangga muda.

sudah

hujan sudah berhenti sebulan yang lalu. laki-laki yang menjepit matahari di urat nadinya, aku masih mengingat surga di bibir merahmu dan singgahnya matamu dalam hatiku. hari ini, aku bertemu denganmu lagi di antara hiruk pikuk hari, dalam suatu pertemuan yang tak sengaja. saat kau tersenyum, aku hanya tersenyum dalam hatiku agar kau tak tahu sebab […]