untuk seorang dari masa lalu

segenggam harapan kutanam dalam hatikuwalau aku tahu sia-sia akhirnyaaku suka hidup dalam mimpiwalau ketika bangun, perih tak terperikanaku menatapmu, kekasihkuwalau kau kian jauhdan aku mendekap dalam gelembung-gelembung kenanganterperangkap kekasihku-kekasihku yang dulumenggenggam tanganku dan mencium keningkunamun sekarang yang teringat hanya milikmuentah suatu waktu nanti mungkin aku lupa mawar merah kusematkan di antara rambut hitamkuaku menawarkan pahitku […]

pertahanan

sudahkah saatnya aku memegang lagi jiwaku & mereguk air tirani? aku bosan terus merasa & merasa. aku ingin berteriak merobek hari yang selalu bayangi langkahku. lepas kait yang mengorek jiwaku. darahku menetes untuk diriku. jangan tersentuh angin yang menderu. hilang. tanpa suara.

hidup

ke manakah duniaku berputar? aku memaku kakiku di pinggir jurang agar aku tak lagi jatuh. aku tak mau pergi karena rasa takut mendidihkan jiwaku. kera-kera membelai rambutku dan bergantung pada leherku. mungkin mereka sudah tertidur terbius nafasku yang dikutuk. aku lahir sebab kutukan yang tercipta sejak awal dunia. aku ingin menggapai langit. tipuan ilusionis. sungai […]

secret

sama seperti alam semesta, akupun punya rahasia. sebuah jendela berkaca merah yang kusembunyikan di balik tirai tua abu-abu milik ibuku. kemarin aku menatapnya lagi dan kulihat burung-burung gereja beterbangan gelisah. ada gagak hitam di sana, dan bangkai-bangkai yang sedang terjadikan oleh angin-angin dengan kristal-kristal es dan emas. aku terdiam, larut dalam lamunan. berharap putus asa […]

Ku memandang wajah yang rapuh Jalan yang tak pasti harus kutempuh Hilangnya hari-hari yang berganti luka Bertumpu pada sebuah titian yang goyah Menyatukan daging yang terlepas dari tulang Berbisik pada angin yang bergerak Lambat laun jiwaku ikut berontak Seakan rapuh menjadi bayanganku… By: TAI!!!! (Tangisan Anak Indonesia) -originally written by a friend of mine

Bapakmu menghisap cerutu Kuba sambil mengangkangi kami-kami di sini Kami tak pernah hidup, hanyalah rintik-rintik lalu dan keredap lilin, hampir redup Kamu melaju, nafas kami satu-satu tersedot Tangis kami sudah hilang…