—->

berapa banyak orang hidup dalam hampa dan keputusasaan? aku lupa menghitung. dan aku menyisakan diriku karena aku tahu aku hidup dengan kesadaran aku merangkak tertatih. aku ingat, aku tak ingin menyerah. tapi berartikah jika aku pasti kalah?* pandangan tertutup lensa buram, aku hanya melihat samar. namun aku tahu aku harus ke depan meski sungai membentang […]

bang!

yang tua yang mudabergandengan tangansaling curiga yang tua yang mudasaling berangkulansaling dengki yang tua yang mudasaling tersenyumsusun kebusukan yang tua yang mudaberlari bersamaterbakar pantatnya yang tua yang mudasaling mencakarMEMALUKAN!

finale?

layu bunga di taman makam. bersimpuh di muka sebuah pohon tua yang entah apa namanya. rasa-rasanya nama pun tidak terlalu penting karena namanya hasil dari fikir yang toh dari manusia-manusia juga, bukan dari Sang Pencipta. tadinya bunga itu tidak di sana, ia ada di tangan seorang perempuan yang walau tua, matanya tetap memancarkan keanggunan seorang […]

[…]

apakah terlalu banyak berbuah di bibirku?ataukah terlalu banyak bunga musim semi yang dicariaku terlalu menjejali pikirku dengan banyak jalanhingga aku terperangkapkarena sangkar di hatiku terlalu besar jarak jerujinya benar dan salah terasa penipuanpadahal terasa benarnamun percaya, tak mungkinsalahpun aku tak mampu pahamisekian banyak yang berlalusekian banyak yang datang bibit-bibit yang terlalu mencoba bertahanmeski tanah sudah […]

angin

bertiuplah wahai angin, jamah sarangku.ada banyak pengharapan di sini.menunggu jawab dari timur jauh.akankah isak tangis anak-anak jalanan sampai kepadanya? bertiuplah wahai angin, jamah sarangku.begitu banyak kisah untuk kau bawa.pelacur-pelacur mengais-ngais kehormatandengan merampas hidup tunawisma dan kaum papa.akankah keadilan dapat kau tiupkan kepada kami? bertiuplah wahai angin, jamah sarangku.bangsaku menangis, bangsaku hilang sejumput demi sejumput.putus jiwa […]

fall

kepala yang terjepit di antara dua paha perempuan berkulit merah, apa itu surga? ia hanya terdiam, makin menyelusup ke dalam. perempuan bernyanyi, tanpa ekspresi, lagu-lagu bernada sumbang, dalam kata yang tak seorangpun mengerti. mungkin memang tak ia tujukan untuk siapapun yang tak mengerti. teringat di depan dan di belakang, siapa yang tahu?

kenangan

lagu kubawa ke negeri seberang,tanpa rindu mendayu-dayu,hanya lagu untukmu, kekasihku hinggalah aku menunggumu di rumah kayu yang kita bangun bersama,dengan kasih yang kupikir dan kuharap kau pun pikir,lebih kuat dari karang baja manapun tak terasa tiga tahun berlalu melingkari hatiku,sejak aku berenang di dalam lautan pasirdan kau sibuk menghitung butiran pasir di bawah kakimu mungkinkah […]

too much

senja merah. aku memuja kamu, kekasihku karena aku bernafaskan kamu dan aku hidup.aku tenggelam dan menggapai bayangmu,bersama lilin-lilin hati kita dan cincin putih yang melingkar di dadaku. aku merasa tanpa ilusi, bukan kamu tapi aku. kamu terlalu di jangkauanku dan aku tak melihat, hanya merasamu.