angin

bertiuplah wahai angin, jamah sarangku.
ada banyak pengharapan di sini.
menunggu jawab dari timur jauh.
akankah isak tangis anak-anak jalanan sampai kepadanya?

bertiuplah wahai angin, jamah sarangku.
begitu banyak kisah untuk kau bawa.
pelacur-pelacur mengais-ngais kehormatan
dengan merampas hidup tunawisma dan kaum papa.
akankah keadilan dapat kau tiupkan kepada kami?

bertiuplah wahai angin, jamah sarangku.
bangsaku menangis, bangsaku hilang sejumput demi sejumput.
putus jiwa oleh penderitaan karena opresi-opresi tirani.
demi masa sekarang dan masa depan,
haruslah kau tiupkan nafas kehidupan untuk bangsaku.

bertiuplah wahai angin, jamah sarangku,
aku berharap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s