[what?]

ketika jemariku bersentuhan dengan nafasmusaat itu aku hilangaku cari hidup di lautan mawar putih kata-kata duka tersemat di hatiaku mencintai kamu, kamu, dan kamunamun aku tak bisa lakukan apapun ‘tuk kamu, kamu, dan kamu aku hanya bisa terdiam berangan

[off]

hari terik. tatapan lesu. wajah-wajah kuyu. aku menangis. semangat meleleh. kaki dan tangan patah-patah. sesak. sundutan rokok di kepala. lilin menyala. lama? buru-buru tidur, tapi tak bisa. aku mual. lambat laun aku mencari. akhirnya aku pergi.

forbidden lover

kemarilah kaki-kaki lelah,sandarkan bahumu di dadakudan aku akan nyanyikan lagu cinta untukmu. aku merasa dan berpikir,dan pertentangan menumpuk.terlalu banyak kata dan senyum,tangis terlalu sedikit. aku hanya ragu dan aku tak mau ragu. ketika ada adalah adadan tidak ada memang tidak ada. kemarilah, sayang,ke tempat perjamuan terakhir kitadengan satin sajudan sebuah cermin pecah

you

luntang lantung, buang banci. jangan!!! inget HAM! Minimal dapet label manusialah. luntang lantung, cinta banci. kok plin plan sih? terus gimana? bingung auk ah. luntang lantung, banci aku memang banci. ih, dikatain orang-orang lho. ah!!! biarin, biarin. emang gue pikirin! aku gak luntang lantung lagi. yang bener? gak tau sih. hidup ajah!

be agony

kembalilah merpatikusudah terlalu lama kau mengembara dalam mimpi-mimpisudah terlalu banyak asa yang tertipusudah terlalu banyak hati hancur lihat rumahku,keropos di dasarmenghitung waktu untuk akhirkapankah akhir segala sesuatu ditentukan? orang-orang menjerit dalam kebingungankehilangan identitas,berbaur irama Zeus dan Hadesmenggoyang rumahku,melancarkan laju ke akhir cepatlah kembali, merpatikuselamatkan kami dengan nafas Ilahimukami sudah hampir tamat

beauty

sosok bisu. bergerak bayang langit. tanpa kemegahan, hanya sosok yang ada. namun aku perempuan mencintai sosok itu. bagiku indah. mengaburkan kemirisan yang kudapat dari comber rumahku. aku tahu dan mungkin ia sadar tapi tak tahu. tetapi aku hanya diam karena aku tiada mau merusak.

more or less

aku mabuk kamu, kekasihku. bau tubumu selalu mengikat aku, mengingatkan aku pada suatu romansa asing yang aneh namun selalu menyejukkan hatiku. entah hanya khayalku atau kegilaanku saja. pagi ini, aku bertanya apa kamu memakai parfum dan kamu jawab tidak. atau itu bau sabun? kupikir aneh. bau itu melekat padamu sampai matahari tenggelam, tinggal selama aku […]

in

aku bersuara di dinding emas. hanya bersuara, tanpa vokal tanpa konsonan. alfabet sudah mati. gelang kakiku gemerincing menantang arus angin, kemudian pecah karena inginku terlalu berlari. aku tak berdarah.aku tak jerit kesakitan.aku tak memberi tangis. aku hanya bersuara. tanpa ada yang mendengar.