[hair and paper]

lembaran-lembaran kertas putih terbuka, membolak-balik dirinya bersama dengan belaian lembut namun keras dari kehidupan yang selalu tuntut dinamis walau dalam statis. seakan-akan ia tanpa saksi meski banyaknya dilematis dan pose-pose kehidupan bersembunyi di balik serat-seratnya yang bersatu di bawah dasar hitam.

kamu tahu, aku menyimpan banyak rambutku yang rontok setiap kali aku menyisir rambut hitamku di sana? pernah suatu kali seorang asing terpesona padanya dan lantas menyentuhkan jari untuk merabanya. namun ia tak tahu yang di balik kertas-kertas itu. rambut-rambutku menggores jari telunjuknya hingga darah merah menetes dan meninggalkan bekas merah kecoklatan di atasnya. akan tetapi, ketika aku menyembunyikan rambut-rambutku yang baru rontok, darah itu lenyap tak berjejak. hanya ada putih kertas seperti semula aku memungutnya dari bawah meja riasku.

kini kehidupan menuntut kertas-kertas itu untuk terus bergerak dalam kedinamisan dalam kestatisan kedinamisannya. kertas-kertas putih penuh rahasia.

ah, kapan rasa amis ini akan hilang dari mulutku?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s