dor!

bukankah kemarin aku di kepalamu? berlari kesana kemari mengejar layangan putus. berharap terbang dengan selendang bidadari. aku sekarang tertindih di atas batu karang dan menelan batu kerikil. hanya mampu meraih gombalan-gombalan kain di saku kutangku. kamu tak usahlah memberi aku air. aku bisa hidup dengan hujan dan memang aku hidup dengan dan di dalam hujan. sekali-kali aku bertemu dengan seorang perempuan di atas matahari dan seorang laki-laki di atas pohon. dan kemarin aku ditarik mereka berdua dan mengejar beruang-beruang di hutan purwarupa, dengan gedung-gedung bertingkat di samping kanan dan semen di samping kiri. bukankah dulu kau memaksaku dengan semen? sayang, kamu memang tak pernah mengerti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s