MURAM…

Muram. Topeng kayu muram. Gelap. Mencekam.
Sandang banyak emosi terangkum dalam satu
ekspresi. Munculkan rasa ingin tahu.

Ada berbagai macam penafsiran dari berbagai
orang. Namun tak seorangpun sanggup rengkuh
esensinya. Parsial tanpa paham kontekstual suatu
keadaan.

Topeng kayu tetap, tak ada wajah yang berubah.
Terus berpindah dari tangan seorang ke seorang
yang lain. Simpan memori kenangan tiap insan
yang satukan diri dengannya, satu nafas dengannya.

Kini topeng itu ada di tangan seorang gadis kecil yang
titipkan sejuta harapan di baliknya. Demikian pula
topeng kayu itu percayakan seluruh rahasia dirinya.

Mereka berdua terikat sumpah sejati. Walau maut
memisahkan, topeng itu akan tetap setia. Mengabdi
pada turunan sang gadis sebagai bukti cinta sejati yang
takkan pernah luntur oleh waktu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s